LINK AND MATCH antara Teori dan Praktek mengenai Fiber Optik

Berikut adalah penjelasan mengenai teori yang didapatkan di perguruan tinggi dan aplikasi yang ada di dunia industri yang saya dapatkan ketika mengikuti program CO-OP TELKOM 2009

 

  • Proses Penyambungan Fiber Optik

Antara teori yang didapatkan dan yang ditemukan dalam praktek, proses penyambungan Fiber Optik memiliki perbedaan yang jelas

Teori

Praktek

Pada teori, proses penyambungan Fiber Optik (FO) memiliki kerumitan yang tinggi. Karena pemasangan secara manual yang kurang bagus dapat menyebabkan tingginya rugi-rugi pada FO.

1.Ketidaktepatan mekanik

 

Gbr.1

2.Pembuatan sudut sambungan

 

Gbr. 2

Pada prakteknya, penyambungan secara permanen tidak dilakukan secara manual. Tapi dengan menggunakan Perangkat Fussion Splicer yang memiliki ketepatan tinggi sehingga bisa meminimalisir rugi-rugi pada FO.

Gbr. 3

  •  Mengecek Sambungan Fiber Optik
    Teori Praktek
    Fiber Optik merupakan media transmisi yang baik dalam telekomunikasi, yang memakai prinsip pemantulan cahaya dengan rugi-rugi yang rendah. Sambungan kabel FO banyak yang semrawut dan bergulung-gulung, hal ini bisa menyebabkan bending dan ini bisa mengakibatkan rugi-rugi yang besar pada sambungan FO

    2. 1.     Penanaman Kabel Fiber Optik

    Teori

    Praktek

    Berdasarkan  teori, penanaman kabel FO harus sesuai standar yang telah ditetapkan dengan spek kedalaman tertentu. Yaitu dengan kedalaman 1 meter 25 cm. Pada prakteknya, penanaman kabel tidak selalu sesuai dengan spek. Hal ini disebabkan pada kontur tanah dan hambatannya.

     


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s